JAKARTA – Memasuki tahun keenam implementasi EIPTJ (Elektronifikasi Integrasi Pembayaran Transportasi Umum Jakarta), 12 Oktober 2026 menjadi tonggak sejarah baru dalam penyempurnaan layanan integrasi transportasi publik antarmoda yang inklusif dan modern di Ibu Kota. Sistem pembayaran tiket pengguna MRT Jakarta telah resmi terintegrasi secara penuh dalam ekosistem integrasi sistem pembayaran JakLingko. Saat ini, pengguna MRT Jakarta tidak lagi mengalami kesulitan dalam memilih gate karena proses tap-in dan tap-out langsung diarahkan untuk menggunakan reader integrasi JakLingko yang telah tersedia di passenger gate di seluruh stasiun MRT Jakarta.
Sebagai perusahaan yang mendapatkan mandat untuk mengimplementasikan integrasi sistem pembayaran antarmoda di Jakarta, PT Jakarta Lingko Indonesia (JLI) mengapresiasi penuh langkah strategis MRT Jakarta dalam mewujudkan seamless journey. Sinergi dan kolaborasi yang sangat baik antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Jakara Lingko Indonesia (JLI) merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah, cepat, dan tanpa hambatan, terutama bagi pelanggan yang menggunakan lebih dari satu jenis transportasi publik.
Guna mendukung kepuasan pelanggan dalam proses pembayaran menggunakan MRT Jakarta, PT JLI juga menyediakan infrastruktur yang mumpuni. Saat ini, sistem integrasi telah beroperasi penuh di 13 stasiun MRT Jakarta dengan total 186 reader JakLingko dan dilengkapi dengan 60 mesin Balance Check Terminal (BCT). Melalui pembaruan sistem dan kesiapan mesin reader ini, PT JLI memastikan proses transaksi berjalan lebih responsif dan meminimalkan potensi kendala teknis saat pelanggan melakukan tap kartu.
Sistem reader integrasi JakLingko ini secara otomatis membaca berbagai jenis Kartu Uang Elektronik (KUE), antara lain:
Flazz (BCA)
e-Money (Mandiri)
TapCash (BNI)
BRIZZI (BRI)
JakCard (Bank DKI)
Kartu Multi Trip/KMT (Commuter Line)
Kehadiran reader integrasi JakLingko di passenger gate MRT Jakarta tidak hanya mendukung kecepatan transaksi saat tap-in dan tap-out, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menikmati Tarif Integrasi.
Sesuai dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 733 Tahun 2022, pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik (MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta BRT) dalam kurun waktu 180 menit atau 3 jam akan otomatis dikenakan tarif maksimum sebesar Rp 10.000,- saat mereka melakukan tap di reader integrasi JakLingko.
Kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran JakLingko terus menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data periode Januari 2025 hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 40,86 juta perjalanan atau 51,10 persen dari total perjalanan pengguna MRT Jakarta telah menggunakan reader gate JakLingko. Dari angka tersebut, sebanyak 5,82 juta perjalanan atau 7,28 persen perjalanan sukses memanfaatkan fasilitas Tarif Integrasi.
PT Jakarta Lingko Indonesia (JLI) optimis, melalui penguatan infrastruktur dan integrasi sistem pembayaran baik di MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta, ekosistem transportasi publik di Jakarta menjadi semakin praktis, terjangkau, dan menjadi pilihan utama mobilitas warga.